(Kaya mendadak, kebun hilang). Penambangan batu bara di Bukit Berlian memberikan kontribusi ekonomi yang sangat penting bagi warga, mengingkatnya daya beli dan terbukanya kesempatan bekerja bagi masyarakat sekitar membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat desa Bukit berlian. Kandungan batubara yang dimiliki jumlah cadangan terukur sebanyak 175.847.898 ton. Dari potensi yang ada tersebut hanya baru sekitar 25% yang diproduksi dan dipasarkan yang selama ini dikelola pihak swasta.
Namun dalam jangka panjang, dampak lingkungan akibat penambangan sangatlah berbahaya, selain hilangnya ekosistem hutan dan kebun juga terganggunya keseimbangan alam akibat penambangan yang kurang memperhatikan AMDAL. Masyarakat Desa Bukit Berlian juga terancam kehilangan lahan pertanian yang selama ini menjadi andalan, sebagai putra Bukit Berlian, Saya secara jujur senang dengan pertambangan tersebut, namun, disisi lain terbersit kekhawatiran, gantu rugi lahan yang terkena area penambangan memang cukup lumayan, pada kenyataannya hanya membuat warga terlena tanpa menyadari dalam beberapa tahun mendatang mereka tak punya lahan pertanian. Lalu, apa nanti yang menjadi andalan tumbuhnya perekonomian desa bila lahan pertanian berubah menjadi area penambangan?
Selengkapnya...
Kecamatan Napal Putih terkenal dengan tambang emas di
Lebong Tandai, puluhan ton emas dikeruk dari jaman dulu dari wilayah ini, pun batubara dibongkar diambil dari bumi Napal Putih namun timbal balik yang dirasakan oleh masyarakat disana masihlah minim. Pembangunan jalan, jembatan masih memprihatinkan. Tak seperti daerah penghasil emas dan batubara terbesar di Kabupaten Bengkulu Utara, Napal Putih masihlah jauh dari kata maju dalam hal pembangunan.
Kondisi jalan rusak bak kubangan lumpur, hanya 25 meter dari kantor Kecamatan Napal Putih
Selengkapnya...
Secara tidak sengaja saya googling keyword Kecamatan Napal Putih, kampung halamanku. Pencarian menampilkan sebuah blog http://kecamatannapalputih.blogspot.com/ dengan profil nickname Khairani Isnia Handrawijaya, dalam hati bertanya tanya siapakah pemilik blog itu. setelah saya pikir pikir sejenak akhirnya saya menemukan sosok itu. Dia adalah guru matematik saya waktu SMP Bukit Berlian yang memakai nama putrinya sebagai nickname. dari beliaulah saya belajar ilmu eksakta sebagai dasar ilmu komputer yang saya geluti saat ini di perantauan... terima kasih pak.... tanpa anda saya tidak akan jadi seperti ini.
Dan yang paling saya suka adalah dalam blog itu terpampang foto peresmian Kecamatan Napal Putih yang di hadiri Bapak Bupati Bengkulu Utara saat itu, Bpk. H. Muslihan DS,MM dan Wakil Bupati Bengkulu Utara Bpk Imron Rosyadi yang belakangan maju sebagai Bupati. Tampak disana tokoh masyarakat diantaranya adalah Almarhum Ayahanda Saya, Bpk. H.M. Rasyid AR.
Selengkapnya...
edited by : syahadie

Emas dari sinilah yang pada tahun 1970-an mengalir ke Jakarta. Emas yang diangkut loko berbahan bakar solar ini kini menancap di puncak Tugu Monas di Jakarta. Berat emas yang melapisi "api" Monas sekitar 35 kg. Dengan kilauan emas yang menggambarkan nyala api ini, Monas dikenal sebagai tugu api yang tak kunjung padam.
Namanya si Molek. Bukan nama seorang gadis Bengkulu, melainkan kereta mini (lori) yang menempuh rute sejauh 33,5 km. Jalur ini sangat rawan longsor, karena diapit oleh dinding tebing setinggi 25 meter dan bibir sungai yang curam.
Kengerian rute ini bisa ditebus dengan keindahan hutan yang masih asli yang dapat dinikmati sepanjang perjalanan. Rel ini menghubungkan Desa Lebong Tandai dengan Kota Kecamatan Napal Putih.
Selengkapnya...